Makro Ekonomi
Cadangan Devisa Turun
Oleh Admin
09 March 2026 • 7x dibaca
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 151,9 miliar pada Februari 2026, dari USD 154,6 miliar pada Januari, menurut data yang dirilis oleh Bank Indonesia. Posisi tersebut menjadi yang terendah sejak November 2025, terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar Indonesian Rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Bank Indonesia menjelaskan bahwa langkah stabilisasi nilai tukar dilakukan seiring meningkatnya volatilitas pasar global, yang mendorong bank sentral memperkuat kehadirannya di pasar valas. Selain itu, kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah juga berkontribusi pada penurunan posisi cadangan devisa selama periode tersebut.
Meski menurun, posisi cadangan devisa dinilai masih kuat. Bank sentral mencatat cadangan saat ini setara dengan 6,1 bulan impor, atau 5,9 bulan impor jika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan posisi eksternal Indonesia tetap terjaga. Prospek tersebut didukung oleh tingkat cadangan devisa yang memadai serta potensi arus masuk modal asing yang berkelanjutan, seiring sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi domestik dan daya tarik imbal hasil investasi di Indonesia.