Internasional

Emas Vs Minyak

Oleh Admin 22 April 2026 • 20x dibaca
Harga minyak mentah dan emas bergerak berlawanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kontrak berjangka minyak mentah WTI bertahan di atas level $90 per barel pada Rabu, setelah sebelumnya naik lebih dari 2%. Kenaikan ini dipicu oleh terhentinya pembicaraan damai serta gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global.

Situasi semakin memanas setelah laporan menyebutkan Wakil Presiden JD Vance membatalkan kunjungan ke Islamabad untuk negosiasi lanjutan. Keputusan ini diambil setelah Iran menyampaikan melalui Pakistan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Di saat yang sama, Iran juga menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz, sementara Angkatan Laut AS terus melakukan pencegatan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut.

Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata antara AS dan Iran, meskipun menyebut kepemimpinan di Teheran “sangat terpecah.” Ia menekankan bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku hingga Iran menyampaikan proposal terpadu untuk mengakhiri konflik. Namun, perang yang berlanjut telah menekan pasokan minyak global, dengan gangguan produksi diperkirakan mencapai 4 hingga 5 juta barel per hari, atau sekitar 5% dari total pasokan dunia, dengan Asia menjadi kawasan yang paling terdampak.

Sementara itu, harga emas justru mengalami penurunan dan tetap berada di bawah $4.750 per ons setelah turun lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Tekanan terhadap emas muncul dari kegagalan negosiasi damai serta faktor domestik AS, termasuk proses konfirmasi calon Ketua Federal Reserve Kevin Warsh. Logam mulia tersebut tercatat telah turun sekitar 10% sejak konflik dimulai, mencerminkan perubahan sentimen pasar di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.