Makro Ekonomi

Emas Vs Risiko Inflasi Global

Oleh Admin 21 April 2026 • 20x dibaca
Harga emas bertahan di atas level $4.800 per ounce pada perdagangan Selasa (waktu setempat), setelah sempat mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini fokus pada putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, menjelang berakhirnya gencatan senjata dua minggu yang akan jatuh tempo pekan ini.

JD Vance diperkirakan kembali memimpin delegasi Amerika Serikat dalam perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan. Di sisi lain, Iran dilaporkan mulai mempersiapkan pengiriman perwakilan, membalikkan sinyal sebelumnya yang sempat menyatakan tidak akan melanjutkan pembicaraan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan kecil kemungkinan pemerintahannya memperpanjang masa gencatan senjata jika tidak tercapai kesepakatan sebelum tenggat waktu. Ia juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga tercapai kesepakatan antara kedua pihak.

Konflik di Timur Tengah telah memicu guncangan besar pada pasokan energi global, meningkatkan tekanan inflasi, serta memperbesar kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut menjadi faktor yang membebani pergerakan harga emas, meskipun logam mulia ini tetap dianggap sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.