Makro Ekonomi
Menanti Otoritas Jasa Keuangan 1 & 2
Oleh Admin
09 March 2026 • 5x dibaca
Dua nama mencuat sebagai kandidat kuat dalam bursa Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Friderica Widyasari Dewi dan Pahala Mansury. Keduanya memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan dan pemerintahan, dengan pengalaman strategis yang dinilai relevan untuk memperkuat fungsi pengawasan serta stabilitas sistem keuangan nasional.
Friderica Widyasari Dewi saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen. Sebelumnya, ia berkarier di pasar modal sebagai Direktur BRI Danareksa Sekuritas (2016–2022) dan Direktur Keuangan Kustodian Sentral Efek Indonesia (2013–2016). Ia juga pernah menjabat Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia pada periode 2009–2013.
Sementara itu, Pahala Mansury dikenal sebagai teknokrat dengan pengalaman luas di sektor perbankan, BUMN, dan pemerintahan. Ia pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada 17 Juli 2023 hingga 20 Oktober 2024, setelah sebelumnya menjadi Wakil Menteri BUMN pada periode 2020–2023. Dalam karier korporasi, ia juga pernah memimpin PT Bank Tabungan Negara sebagai Direktur Utama pada 2019–2020 serta PT Garuda Indonesia pada periode 2017–2018.
Dengan latar belakang yang berbeda namun sama-sama kuat di sektor keuangan dan kebijakan publik, kedua figur tersebut dinilai memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam memperkuat tata kelola dan pengawasan industri jasa keuangan. Proses seleksi Dewan Komisioner OJK ke depan akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan regulator keuangan Indonesia.
Friderica Widyasari Dewi saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen. Sebelumnya, ia berkarier di pasar modal sebagai Direktur BRI Danareksa Sekuritas (2016–2022) dan Direktur Keuangan Kustodian Sentral Efek Indonesia (2013–2016). Ia juga pernah menjabat Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia pada periode 2009–2013.
Sementara itu, Pahala Mansury dikenal sebagai teknokrat dengan pengalaman luas di sektor perbankan, BUMN, dan pemerintahan. Ia pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada 17 Juli 2023 hingga 20 Oktober 2024, setelah sebelumnya menjadi Wakil Menteri BUMN pada periode 2020–2023. Dalam karier korporasi, ia juga pernah memimpin PT Bank Tabungan Negara sebagai Direktur Utama pada 2019–2020 serta PT Garuda Indonesia pada periode 2017–2018.
Dengan latar belakang yang berbeda namun sama-sama kuat di sektor keuangan dan kebijakan publik, kedua figur tersebut dinilai memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam memperkuat tata kelola dan pengawasan industri jasa keuangan. Proses seleksi Dewan Komisioner OJK ke depan akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan regulator keuangan Indonesia.