Saham & Investasi

MSCI Menunggu Mei

Oleh Admin 23 April 2026 • 23x dibaca
MSCI Inc. merilis pembaruan terkait saham Indonesia sebagai tindak lanjut pembekuan indeks pada Januari lalu serta reformasi transparansi oleh Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. Hasilnya relatif sesuai ekspektasi pasar, tanpa sinyal penurunan klasifikasi Indonesia ke frontier market, sekaligus menegaskan pendekatan MSCI yang mengikuti preseden global.

MSCI menyatakan akan menghapus saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) dari indeksnya, mengacu pada praktik yang sebelumnya diterapkan di pasar lain seperti Hong Kong. Saat ini terdapat sembilan emiten dalam daftar tersebut, termasuk Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA), yang berpotensi terdampak langsung karena masih menjadi bagian dari indeks MSCI.

Di sisi lain, MSCI mempertahankan kebijakan pembekuan hingga Index Review Mei 2026, mencakup tidak adanya kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penundaan penambahan saham ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tidak adanya perpindahan antar segmen kapitalisasi. MSCI juga membuka peluang penggunaan data kepemilikan di atas 1% yang dipublikasikan KSEI untuk menyempurnakan estimasi free float, apabila dinilai relevan.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada market accessibility review Juni 2026 yang dijanjikan lebih komprehensif. Sementara review Mei diperkirakan berjalan tanpa perubahan berarti, evaluasi pada Juni berpotensi menjadi penentu arah kebijakan MSCI terhadap Indonesia, khususnya terkait efektivitas reformasi transparansi yang telah diterapkan.