Saham & Investasi
NAB: News Analysis Bursa
Oleh Admin
15 April 2026 • 6x dibaca
ICBP menunjukkan konsensus analis yang solid dengan dominasi rekomendasi positif, yakni 32 “buy” (84.21%), 0 “sell” (0%), dan 6 “hold” (15.79%) hingga pertengahan April 2026. Update terbaru datang dari Mandiri Sekuritas (14 April) yang memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp12.000 (upside ~65%), mencerminkan optimisme tinggi terhadap prospek perseroan. Bahana Sekuritas (10 April) juga mempertahankan pandangan positif di Rp9.200 (~26%), sementara UBS dan UOB Kay Hian (8 April) kompak di kisaran Rp10.500 (~44%). Di sisi lain, beberapa broker seperti BNI Sekuritas dan Maybank masih menahan rating hold dengan target lebih konservatif di kisaran Rp7.500–Rp8.000 (~3–10%).
Secara keseluruhan, target harga analis berada di rentang Rp7.500 – Rp12.600, dengan mayoritas terkonsentrasi di kisaran Rp10.000 – Rp11.500. Proyeksi paling bullish datang dari Indo Premier dan Mandiri Sekuritas di Rp12.000–Rp12.600 (upside ~65–73%), sementara UBS Sekuritas Indonesia dan BRI Danareksa juga cukup agresif di kisaran Rp11.000 (upside >50%). Di sisi lain, pandangan konservatif terlihat dari OCBC dan BNI Sekuritas di Rp7.500 (~3%), mencerminkan kehati-hatian terhadap potensi kenaikan terbatas dari level saat ini.
Intinya, ICBP dipandang sebagai defensive growth stock dengan fundamental yang stabil dan visibilitas kinerja yang relatif terjaga. Tidak adanya rekomendasi sell menunjukkan kepercayaan pasar terhadap ketahanan bisnis konsumer, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan upside mayoritas di atas 25% dan sebagian analis melihat potensi di atas 50%, sentimen terhadap ICBP tergolong positif. Namun, keberadaan rating hold mengindikasikan bahwa sebagian pasar menilai valuasi sudah mulai mendekati fair value dalam jangka pendek.