Makro Ekonomi

Outlook Fitch Rating

Oleh Admin 05 March 2026 • 8x dibaca
Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif, Soroti Risiko Fiskal dan Ketidakpastian Kebijakan

Fitch Ratings menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat kredit jangka panjang mata uang asing (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating/IDR) di level BBB. Keputusan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan yang dinilai berpotensi melemahkan prospek fiskal jangka menengah, menekan sentimen investor, serta meningkatkan kerentanan eksternal.

Fitch menilai arah kebijakan fiskal berpotensi menjadi lebih longgar seiring upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan meningkatkan belanja sosial. Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan defisit anggaran akan mencapai sekitar 2,9% dari PDB pada 2026, sedikit di atas target pemerintah sebesar 2,7%, didorong oleh peningkatan ni pengeluaran sosial termasuk program Makan Bergizi Gratis.

Di sisi lain, ruang fiskal dinilai masih terbatas karena rasio penerimaan pemerintah terhadap PDB diperkirakan hanya sekitar 13,3% pada 2026–2027. Penurunan penerimaan pajak pada 2025, pembatalan kenaikan PPN, serta pengalihan dividen BUMN ke lembaga investasi Danantara turut menekan pendapatan negara dalam jangka pendek.

Fitch juga menyoroti peran Danantara yang direncanakan menginvestasikan sekitar US$26 miliar atau setara 1,7% dari PDB pada 2026 untuk proyek hilirisasi di sektor mineral, energi, pangan, dan pertanian. Meski berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, lembaga tersebut memperingatkan bahwa perluasan mandat investasi di luar anggaran berisiko meningkatkan aktivitas kuasi-fiskal dan mengurangi transparansi kebijakan fiskal.

Dari sisi eksternal, defisit transaksi berjalan diperkirakan melebar menjadi sekitar 0,8% dari PDB pada 2026 akibat melemahnya ekspor neto. Meski cadangan devisa masih dinilai memadai untuk menutup sekitar lima bulan pembayaran eksternal, volatilitas pasar domestik dan kekhawatiran tata kelola berpotensi memicu arus keluar modal dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di kisaran 5% pada 2026–2027, didukung oleh permintaan domestik, belanja pemerintah, serta investasi di sektor hilirisasi. Namun target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 dinilai sulit dicapai tanpa reformasi struktural yang lebih kuat, terutama dalam meningkatkan penerimaan negara, produktivitas, serta kualitas tata kelola ekonomi.