Makro Ekonomi
Reuters & Trump
Oleh Admin
06 March 2026 • 9x dibaca
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington ingin terlibat dalam proses penentuan pemimpin baru Iran setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan militer yang memicu konflik baru di kawasan Timur Tengah. Dalam wawancara dengan Reuters pada Kamis (5/3), Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat perlu ikut menentukan siapa yang akan memimpin Iran di masa depan agar situasi serupa tidak terus berulang.
Trump juga menyinggung kemungkinan penerus kepemimpinan Iran dan menyatakan bahwa putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat, kemungkinan tidak akan menjadi pemimpin berikutnya. Menurut Trump, Amerika Serikat ingin terlibat dalam proses tersebut bersama Iran untuk memastikan pemimpin yang terpilih dapat membawa stabilitas bagi negara dan rakyatnya.
Selain itu, Trump menyatakan dukungannya terhadap kelompok Kurdi Iran yang berbasis di Irak jika mereka melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan Iran. Ia mengatakan akan “mendukung penuh” langkah tersebut, pernyataan yang muncul hanya enam hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran yang memperluas ketegangan di kawasan.
Konflik yang terjadi sejauh ini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk sedikitnya enam personel militer Amerika Serikat, serta menimbulkan kerusakan dan ketidakstabilan di berbagai wilayah Timur Tengah. Trump juga membandingkan situasi tersebut dengan perubahan kekuasaan di Venezuela yang sebelumnya melibatkan penggulingan Presiden Nicolás Maduro.